Semua Dataku Kok Jadi Kaya Gini ?

    Yap sesuai dengan caption di atas kali ini saya akan share pengalaman getir mengenai semua data pada laptop saya yang tiba - tiba berubah menjadi ekstensi .coharos ya saya tidak salah tulis SEMUA DATA pada laptop saya, baik yang di Data C maupun Data D. Petaka ini dimulai pada sekitar bulan agustus tahun 2019 (flashback dikit) ketika saya mengikuti pelatihan Digital Talent Scholarship di Universitas Udayana. Pada saat itu saya ikut program Internet Of Things (IOT) karena saya memang tertarik di bidang elektronika dan kawan - kawannya hehe. Pelatihan berjalan dengan sangat lancar dan saya sangat menikmati setiap materi yang diberikan oleh para dosen Universitas Udayana sampai pada suatu sesi dimana kita sebagai peserta melakukan praktik menyimpan data sensor kedalam penyimpanan data base. Karena basic ilmu pembelajaran saya dapat selama kuliah bukan manajemen informatika (IT) maka ada beberapa aplikasi asing yang harus diinstal dan yang membuat tambah bingung adalah laptop yang saya gunakan masih 32 bit. Ada salah satu aplikasi yang digunakan yaitu MongoDB ternyata aplikasi ini tidak suport untuk laptop saya yang masih spek kentang jadi saya mencoba mencari instaler MongoDB 32 bit yang suport dengan spek laptop saya. Setelah saya Googling akhirnya dapatlah link yang bertuliskan download MongoDB 32 bit AKAN TETAPI link ini bukanlah situs resmi dari MongoDB melaikan situs lain yang saya asal klik. Situs resmi ada di sini ya kalau kalian ingin mendownloadnya https://www.mongodb.com/try/download/community

    Seletah selesai mendownload kemudian saya melakukan instalasi, kecurigaan sudah mulai tercium ketika halaman setup instalasi yang bertuliskan huruf rusia tapi ya karena ingin segera mencoba materi yang diberikan akhirnya saya next saja sampai instalasi selesai dan benar saja aplikasi yang saya instal seperti aplikasi yang useless tidak bisa di jalankan seperti aplikasi pada umumnya. Akrinya saya fokus saja ke tahapan selanjutnya dalam pelatihan yaitu membuat kode di arduino IDE mengenai konsep pengiriman data sensor menuju penyimpanan data base. Ketika melakukan deklarasi pin mikrokontroler yang digunakan kebetulan saya lupa kode pinnya akhirnya saya coba membuka gambar yang sudah saya taruh di tampilan dekstop. Anehnya gambar yang saya klik tidak bisa dibuka sama sekali dan saya melihat icon aplikasi lain di tampilan dekstop saya berubah menjadi blank putih. Akhirnya aplikasi yang saya instal tadi saya uninstal dan langsung saya hapus semuanya. Setelah itu saya cek semua file yang ada di Data D laptop saya dan.................... bisa ditebak seperti tersambar petir di siang bolong, lutut terasa lemas seperti ingin menyudahi kelas pada saat itu. Semua file tidak bisa dibuka baik yang berformat gambar, suara, video, dokumen, program, desain semua tidak bisa dibuka dengan aplikasi apapun yang bisa dibuka hanya file notpad yang berisikan untuk mengirimkan uang tebusan kepada email yang sudah tertera untuk ditukarkan dengan aplikasi encripsy untuk mengembalikan bentuk semula. Setelah kegiatan selesai akhirnya saya coba bertanya kepada dosen yang mengajar "Pak ini kenapa laptop saya ya, setelah saya instal aplikasi MongoDB semua file menjadi seperti ini" pak dosen pun coba mengeceknya dan ternyata beliau baru pertama kali menlihat kasus seperti ini dan teman - teman yang lain coba membantu tetapi tidak membuahkan hasil. Waktu sudah menunjukan pukul 13.00 WITA yang memaksa saya harus kembali ke tempat kerja di daerah Panjer. 

Seperti ini File yang terkena encripsi dan terdapat pesan untuk membayar sejumlah uang

    Sesampainya di tempat kerja saya masih tidak bisa fokus untuk bekerja karena masih penasaran kenapa bisa terjadi seperti ini. Ketika browsing di Youtube ternyata ada sebuah channel yang ternyata baru saja  mengupload video bagaimana cara menghilangkan virus ransomewere dengan format .coharos. Dari situ saya mendapatkan informasi ternyata laptop saya terkena virus ransomeware yang mengubah semua format data menjadi .coharos. Daya ikuti step by step tutorialnya ternyata tidak membuahkan hasil. Akrinya setelah dua hari berusaha mencari ternyata tidak ada perkembangan lagi jadi saya harus mengiklaskan apa yang sudah terjadi file berharga seperti foto - foto dan video jaman gila yang tidak akan bisa diulangi momennya harus sirna dalam hitungan jam. Sebagai gantinya keesokan harinya saya membeli laptop baru agar bisa mengikuti pelatihan sampai selesai, uang tabungan akhirnya jadi korban karena virus ini.

Foto Bersama Di Akhir Kegiatan Digital Talent Scholarship 2019

    Tapi secara keseluruhan kegiatan ini sangat bermanfaat karena saya pribadi dapat banyak teman dari berbagi kampus dan banyak mendapatkan ilmu baru dibidang IoT seperti data base, MQTT, API yang ternyata sampi saat ini banyak saya gunakan untuk mebuat project kecil - kecilan hehe. Dan sebagai informasi kegiatan ini saya lakukan paralel dengan status saya yang sedang berkerja dan kuliah sore hehe jadi pagi hari saya ikut pelatihan, siang hari saya kerja dan sore hari saya lanjut kuliah. Wah cukup melelahkan saat itu jika diingat mondar mandir Jimbaran - Panjer dan konsekuensi kantor ada pemotongan gaji tapi secara overall it is okay lah karena di akhir kegiatan ada uang akomodasi yang diberikan oleh pihak penyelenggara pelatihan. Mungkin sekian pengalaman saya mengenai dataku kok jadi kaya gini, saya harap teman teman rajin backup data maksimal 3 bulan sekali untuk antisipasi hal seperti ini baik di cloud ataupun di Hardisk Eksternal. See you next story.......





Komentar